Born Yogyakarta (Jun 26, 1968), currently resides in Yogyakarta
Personal Web http://agusnoorfiles.wordpress.com/
Social Goodreads Twitter
Agus Noor writes poems, prose, as well as scripts for Sentilan Sentilun Metro TV that were adopted from his monologue script, Matinya Sang Kritikus. He has received several awards for his short-stories and has published several collections: Memorabilia (1999), Bapak Presiden yang Terhormat (2000), Selingkuh Itu Indah (2001), Rendezvous: Kisah Cinta yang Tak Setia (2004), Potongan Cerita di Kartu Pos (2006), Sebungkus Nasi dari Tuhan, Sepasang Mata Penari Telanjang, Matinya Toekang Kritik (2006), Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia (2010).1
Book(s)

Cinta Tak Pernah Sia-Sia
Collection of Short Stories
288 page(s), Penerbit Buku Kompas

“Anak ini Mau Mengencingi Jakarta?”
("This Kid Wants to Urinate all over Jakarta?”)
Anthology
222 page(s), Penerbit Buku Kompas

Di Tubuh Tarra, dalam Rahim Pohon: Cerpen Pilihan KOMPAS 2014
Anthology
220 page(s), Penerbit Buku Kompas

Cerita buat Para Kekasih
Collection of Short Stories
276 page(s), Gramedia Pustaka Utama

Dunia Di Dalam Mata
Collection of Short Stories
282 page(s), Motion Publishing

Ciuman yang Menyelamatkan dari Kesedihan
Poetry Collection
126 page(s), Motion Publishing

Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-kunang di Langit Jakarta: 20 Tahun Cerpen Pilihan KOMPAS
Collection of Short Stories
214 page(s), Penerbit Buku Kompas

Un Soir du Paris
Collection of Short Stories
144 page(s), Gramedia Pustaka Utama

Pada Suatu Hari, Ada Ibu dan Radian
Anthology
178 page(s), Penerbit Buku Kompas

Smokol: Cerpen Kompas Pilihan 2008
Collection of Short Stories
169 page(s), Penerbit Buku Kompas
